Rahasia Tersembunyi Browser Google Chrome

From: Peter

Rahasia Tersembunyi Browser Google Chrome
Di post Sep 09, 2008

Sudahkah netter menggunakan Google Chrome? Kalau belum, mungkin rahasia dibalik browser teranyar Google ini bisa membuat netter beralih memilih browser ini.

Berikut beberapa rahasia tersembunyi Google Chrome:

1. ‘incognito’ window (Control + Shift + N)
Fitur ini memungkinkan netter untuk browsing secara aman lewat windows browser, karena dengan fitur ini netter tidak akan meninggalkan jejak seperti ‘browser & search history’ dan cookies. Jadi kalau netter tidak yakin akan situs yang dikunjungi atau tidak ingin orang lain di tempat kerja tahu netter mengunjungi sebuah situs, fitur ini tentu berguna.

2. Alt + Home atau Control + T
Menampilkan semua situs dan bookmark yang pernah dibuka oleh netter sebelumnya dalam bentuk thumbnail. Fitur ini terdapat pada browser Opera dan add ons pada FireFox. Alt + Home untuk membuka situs pada halaman yang sama, sedangkan Control + T pada halaman baru.

3. Control + Shift + T
Membuka kembali tab yang tidak sengaja ditutup oleh netter ketika browsing. Google Chrome bisa mengingat hingga 10 tab yang tidak sengaja ditutup.

4. Control + Tab (Control + Shift + Tab)
Cobalah menggunakan shortcut ini untuk berpindah tab dengan cepat, Control + tab untuk maju dan Control + Shift + Tab untuk mundur. Cara lainnya untuk langsung ke posisi yang tuju secara urut adalah dengan shortcut Control + 1, Control + 2 hingga Control + 9.

5. Membuka Link Situs Dengan Cepat
Untuk membuka link situs dengan cepat, Google Chrome menyediakan fitur yang sama dengan FireFox 3, yaitu dengan klik pada mouse scroll atau netter langsung klik dan drag link ke tab browser.

6. Bookmark Situs Dengan Cepat
Klik tanda bintang pada bagian kiri dari address bar dari browser. Address bar Chrome juga bisa langsung berfungsi sebagai seacrh page yang langsung ke search engine yang kita inginkan

7. Control + B
Hilangkan dan tampilkan Bookmark browser dengan cepat.

8. Control + H
Buka semua situs yang pernah dikunjungi (history) dengan cepat. Pada bagian kanan ada pilihan delete history for this day, kalau netter ingin menghapus history situs yang pernah dikunjungi pada hari tersebut.

9. Control + J
Buka windows download file. Shortcut ini sama seperti pada FireFox

10. Shift + Escape
Buka task manager Google Chrome dengan cepat untuk melihat pemakaian memori dan untuk mematikan tab yang berpotensi membuat browser freeze (hang)

11. about:plugins & about:crash
Masukkan kata-kata about:plugins pada address bar untuk melihat plugins apa saja yang terinstall pada Chrome. Dan about:crash untuk melihat tab mana yang membuat Chrome crash, freeze atau hang. Fitur lainnya: about:stats, about:network, about:histograms, about:memory, about:cache, about:dns, about:internets

12. Akses menu pada Chrome
Netter bisa mengakses menu-menu untuk meng-customize ataupun optimize pada bagian kanan pada browser. Pilihlah menu yang ada gambar ‘Kunci Inggris’ lalu pilihlah option. Di dalamnya terdapat banyak pilihan seperti menjadikan Chrome sebagai default browser, mengganti default Search, mengganti bahasa, dan lain sebagainya.

Leave a Comment

Mengirim Data ke Web Server

Ajax & PHP : Mengirim Data Ke Web Server

Post By : Ellyx Christian
Post Date : Fri, Feb 19th 2010, 21:47
Category : Tutorial AJAX

Tutorial Ajax & PHP : Mengirim Data Ke Web Server akan menjelaskan bagaimana mengirim data ke web server menggunakan Ajax (XMLHttpRequest). Pada website yang tidak menggunakan ajax, untuk mengirim data ke server, web browser akan membuat request ke document di server dengan method POST dan setidaknya akan mengirim header Content-type: application/x-www-form-urlencoded. Jika menggunakan Ajax maka anda akan mengunakan method open() dari XMLHttpRequest untuk membuka koneksi ke server. Menggunakan method setRequestHeader()  untuk menentukan header yang akan dikirim web server, dan yang terakhir menggunakan method send() untuk mengirim request ke server dan sekaligus mengirim data ke server.

Untuk mengirim data ke web server menggunakan Ajax (XMLHttpRequest), anda dapat menggunakan method POST. Sebagai contoh jika anda memiliki Sebuah HTML form seperti di bawah.

First name : Last name :

Code Form :

<form id="form1" name="form1" method="post" action="handle_data.php">
First name :
<input name="first_name" type="text" id="first_name" />
<p>Last name :
<input name="last_name" type="text" id="last_name" />
<input type="button" name="Button" value="Submit" />
</p>
</form>

Pada website yang tidak menggunakan Ajax, web browser akan mengirim nilai-nilai dari element form di atas dan mengirim header “Content-Type: application/x-www-form-urlencoded” ke web server. Jika menggunakan Ajax anda dapat menggunakan script di bawah untuk mengirim nilai-nilai dari element form di atas dan juga mengirim header ke server.

//membentuk XMLHttpRequest menggunakan function 
//yang telah dibuat pada tutorial sebelumnya 
var xmlhttp=getXMLHttpRequet(); 
function sendData(handlePage,ElementID){ 
//mengambil nilai dari element form 
var first_name=document.getElementById('first_name').value; 
var last_name=document.getElementById('last_name').value; 
var obj=document.getElementById(ElementID); 
obj.innerHTML="Sending Data Please wait...."; 
if(xmlhttp.readyState==4 || xmlttp.readyState==0){
  xmlhttp.open("POST",handlePage,true);  
  xmlhttp.setRequestHeader("Content-Type", "application/x-www-form-urlencoded");  
  xmlhttp.onreadystatechange=function(){ 
  if(xmlhttp.readyState==4 && xmlhttp.status==200){
    obj.innerHTML=xmlhttp.responseText; 
  } 
} 
var dataToSend="first_name="+first_name; 
dataToSend+="&last_name="+last_name; 
xmlhttp.send(dataToSend); } }

function di atas mengambil dua buah parameter, yaitu : handlePage dan ElamentID. handlePage adalah document atau file di web server yang akan meng-handle data yang dikirim, ElementID adalah ID element HTML tempat menampilkan response dari web server. Pertama yang dilakukan oleh function di atas adalah mengambil nilai dari element-element form, kemudian menampilkan text “Sending Data Please wait….“, membuka koneksi ke web server menggunakan method POST. Selanjutnya men-set header yang akan dikirim ke server dengan method setRequestHeader, mengirim nilai-nilai dari element form dengan method send, dan yang terakhir menampilkan response dari web server pada saat readyState=4 (complete) dan status=200(OK).

Contoh Ajax Mengirim Data ke Web Server

Untuk lebih memperjelas dan memperdalam pemahaman anda, anda akan diajak berlatih mengirim data ke web server dengan Ajax dan menggunakan function yang telah dijelaskan di atas. Latihan ini akan dijelaskan menggunakan video.

 

Download Video

Download Tutorial

Daftar Rujukan

Babin lee. 2007. Beginning Ajax with PHP: From Novice to Professional. United State : Apress.
Ullman Larry. 2008. Building a Web Site with Ajax: Visual QuickProject Guide. United State: Peachpit Press

Leave a Comment

Dasar-dasar AJAX

Ajax & PHP : Dasar Dasar Ajax

Post By : Ellyx Christian
Post Date : Thu, Feb 18th 2010, 20:41
Category : Tutorial AJAX

Tutorial Ajax & PHP : Dasar Dasar Ajax akan menjelaskan pengertian ajax, konsep dasar HTTP request & HTTP response, membentuk XmlHttpRequest Object, Method dan properti Ajax, cara mengirim request ke server dengan ajax serta contoh dasar penggunaan Ajax

Pengertian Ajax

AJAX adalah singkatan dari Asynchronous JavaScript and XML. Pada dasarnya ajax menggunakan XMLHttpRequest object Javascript untuk membuat request ke server secara asynchronous atau tanpa melakukan refresh halaman website. Yang dibutuhkan agar ajax dapat berjalan adalah javascript harus di enable pada browser yang digunakan. Walaupun javascript merupakan dasar dari Ajax, dimana javascript sangat susah pada implementasi dan maintenance, tetapi Ajax memiliki struktur pemrograman yang lebih mudah untuk dipahami. Anda tinggal membuat object XMLHttpRequest dan memastikan object tersebut terbentuk dengan benar. Kemudian menentukan kemana hasilnya akan ditampilkan atau dikirim.

Ajax dapat digunakan untuk melakukan banyak hal, seperti loading halaman HTML tanpa refresh halaman web, validasi form dan banyak lagi yang bisa dilakukan dengan ajax. Di tutorial ini Ajax akan dipadukan dengan bahasa pemrograman PHP yang sangat powerfull. Ajax bertugas melakukan request ke web server dan PHP yang berada di server akan melakukan apa yang diminta oleh Ajax, mengirim hasilnya ke web browser dan Ajax menampilkannya kepada user. Karena Ajax dibangun dengan javascript maka untuk dapat mengikuti tutorial ini dengan baik anda perlu memiliki dasar-dasar javascript. Selain itu anda juga perlu memiliki dasar-dasar pemrograman PHP. Jika anda belum memiliki dasar-dasar PHP anda dapat memperoleh tutorialnya di website ini. Sedangkan untuk tutorial javascript anda bisa memperolehnya dari berbagai sumber yang ada di internet.

Konsep HTTP Request dan Response

Untuk mengetahui bagaimana konsep dari Ajax anda perlu mengetahui bagaimana sebuah web browser memproses sebuah request dan menerima sebuah response dari web server. Standar yang digunakan web browser pada saat ini adalah HTTP (HyperText Transfer Protocol). HTTP digunakan oleh web browser untuk mengirim request dari website ke web server dan kemudian menerima response dari web server. HTTP request berkerja seperti email, memberitahukan kapan request dikirim, berisi header yang memberitahu apa yang harus dilakukan server dan bagaimana menghandle request tersebut.

Sekali sebuah request diterima, web server kemudian menentukan response apa yang akan diberikan. Terdapat banyak kode response, tabel dibawah memperlihatkan kode yang umumnya.

Tabel 1.
Common  Response Code
Sumber : Beginning Ajax with PHP From Novice to Professional, Lee Babin, 2007, hal :12.

Terdapat banyak request method yang ada, tetapi yang paling sering digunakan adalah GET dan POST. Sekarang anda telah memiliki bayangan bagaimana request dikirim ke web server dan kemudian web server mengirim response dari request tersebut ke web browser, akan mudah bagi anda untuk memahami bagaimana XMLHttpRequest berkerja. Keduanya sangat mirip, tetapi XMLHttpRequest dioperasikan di belakang layar dan tanpa memerlukan refresh halaman.

XMLHttpRequest Object

Ajax bisa dibilang adalah sebuah konsep untuk menerangkan interaksi antara client-side XMLHttpRequest Object dengan script server-side. Untuk membuat request ke web server menggunakan Ajax, anda harus membentuk Object XMLHttpRequest terlebih dahulu. Untuk membentuk object XMLHttpRequest berbeda pada setiap browser. Pada microsoft internet explorer object dibentuk sebagai ActiveX control, sedang pada browser seperti Firefox dan safari menggunakan basic javascript object.

XMLHttpRequest Methods

Setelah XMLHttpRequest terbentuk, terdapat beberapa method atau fungsi yang bisa digunakan. Method-method tersebut dijelaskan di bawah ini.

  1. abort()
    Method abort() digunakan untuk menghentikan request yang sedang berjalan. Method ini sangat berguna jika anda memperhitungkan lama waktu koneksi, misalnya jika waktu koneksi melebihi rentang waktu tertentu anda bisa menggunakan method abort() untuk menghentikan request secara prematur.
  2. getAllResponseHeader()
    Anda dapat menggunakan method ini untuk memperoleh semua informasi dari semua header HTTP yang sedang diberikan oleh server. Misalnya set sebuah header akan terlihat seperti :

    Date: Sun, 13 Nov 2005 22:53:06 GMT

    Server: Apache/2.0.53 (Win32) PHP/5.0.3
    X-Powered-By: PHP/5.0.3
    Content-Length: 527
    Keep-Alive: timeout=15, max=98
    Connection: Keep-Alive
    Content-Type: text/html
  3. getResponseHeader(“headername”)
    Method ini dapat digunakan untuk memperoleh isi dari begian sebuah header, sebagai contoh untuk memperoleh ukuran dari document yang sedang direquest, anda dapat menggunakan getResponseHeader(“Content-Length”).
  4. open (“method”,”URL”,”async”,”username”,”pswd”)
    Method ini merupakan method yang paling penting dan berguna pada XMLHttpRequest. Method ini digunakan untuk membuka koneksi dengan document yang ada di server. Dengan method ini anda memberitahukan kepada web server method apa yang digunakan untuk membuka file (“GET” atau “POST”). Sebagai catatan tidak semua argument pada method ini harus diisi, tergantung dengan situasi dan kebutuhan.
  5. setRequestHeader(“label”,”value”)
    Method ini dapat digunakan untuk menentukan header pada saat melakukan request. Sebagai catatan, method ini hanya bisa dipanggil setelah method open digunakan dan sebelum method send dipanggil.
  6. send(“content”)
    method ini digunakan untuk mengirim request ke server. Jika request dikirim secara asynchronous, maka response akan datang secepatnya. Jika tidak, response akan datang setelah response diterima oleh web browser. Parameter pada method ini tidak harus diisi, parameter ini sangat berguna untuk memproses HTML form dan memberikan anda untuk mengirim nilai dari element form ke web server.

XMLHttpRequest Properties

XMLHttpRequest memiliki properti yang dapat digunakan dan dimanipulasi, seperti dijelaskan di bawah.

  1. onreadystatechange
    Properti ini adalah sebuah event handler yang memberikan anda untuk men-trigger sebuah blok kode atau function, ketika state (sampai dimana proses request berlangsung pada waktu tertentu) berubah. Contoh, misalnya anda ingin menampilkan pesan (alert) pada saat state telah berubah menjadi complete state.
  2. readyState
    berisi informasi state dari object XMLHttpRequest pada saat properti ini digunakan (0: uninitialized, 1: loading,
    2: loaded, 3: interactive, 4: complete). Properti ini bisa digunakan untuk menangani kesalahan, memanggil blok kode atau function untuk setiap readyState. Misalnya, untuk menampilkan text “loading” pada saat readyState sama dengan 1 (fase loading) dan memanggil sebuah function pada saat readyState=4 (complete).
  3. responseText
    Properti ini akan dihasilkan pada saat request telah berhasil/complete. Misalnya anda melakukan request terhadap sebuah document di server, respon dari server akan disimpan pada properti ini. Biasanya properti ini digunakan untuk mengganti properti innerHTML dari sebuah element HTML.
  4. responseXML
    Properti ini sama dengan responseText, tetapi respon yang dihasilkan dalam format XML.
  5. status
    Properti ini memberitahukan response code yang dihasilkan dari direquest yang dilakukan. Response code yang umum terlihat pada Tabel 1. Misalkan, jika file yang direquest ke server tidak ditemukan maka status akan berisi 404.
  6. statusText
    Properti ini merupakan textual dari properti status, misal status sama dengan 404 maka statusText akan sama dengan Not Found.

Membentuk Object XMLHttpRequest

Untuk membentuk sebuah object XMLHttpRequest anda dapat menggunakan kode berikut ini :

	
function getXMLHttpRequest(){
//jika user menggunak IE
	if(window.ActiveXObject){
	    return new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP"); 
	}else if(window.XMLHttpRequest){
	//user menggunakan browser selain IE
	    return new XMLHttpRequest();
	}else {alert("Status : can not create XMLHttpRequest Object");} 
}

Mengirim Request ke Server

Setelah selesai membuat object XMLHttpRequest anda dapat mengirim request ke server. Saat mengirim request ke server anda harus menentukan request method yang digunakan, apakah akan menggunakan GET atau POST. Jika anda ingin menampilkan informasi dari server maka anda akan menggunakan method GET, sedangkan jika anda mengirim informasi ke server maka gunakan method POST. Pada tutorial ini ada akan belajar menggunakan method GET (POST akan dijelaskan pada tutorial selanjunya). Untuk mengirim request ke server menggunakan method GET, anda dapat menggunakan kode di bawah.

var xmlhttp=getXMLHttpRequet();
function sendRequest(pageUrl,elementID){
	var obj=document.getElementById(elementID);
	var obj.innerHTML='loading... please wait'; 
	if(xmlhttp.readyState==4 || xmlhttp.readyState==0){
	    xmlhttp.open("GET",pageUrl,true);
	    xmlhttp.onreadystatechange=function(){
	        if(xmlhttp.readyState==4 && xmlhttp.status==200){
	            obj.innerHTML=xmlhttp.responseText;
	        } 
	    }
	xmlhttp.send(null); 
	} 
}

function di atas mengambil parameter HTML element ID dan URL dari file yang ada di server. Pertama yang dilakukan adalah mengganti properti innerHTML dari HTML element, untuk menampilkan text “loading…please wait”. Kemudian membuka koneksi ke server dengan method open(). Jika properti readyState sama dengan 4 (complete) dan status sama dengan 200 (OK) maka tampilkan response dari server dengan mengganti properti innerHTML dari element HTML dengan properti responseText dari object XMLHttpRequest.

Contoh Dasar Ajax

Setelah berhasil membuat object XMLHttpRequest dan mengirim request server, sekarang anda akan belajar membuat website sederhana yang berisi 3 halaman :Home, About Us dan Contact US dengan menggunakan Ajax. Contoh ini akan dijelaskan menggunakan video.

 

Download Video

Download contoh

Demo

Di tutorial Ajax & PHP : Dasar Dasar Ajax anda telah belajar pengertian ajax, konsep dasar HTTP request & HTTP response, membentuk XmlHttpRequest Object, Method dan properti Ajax serta cara mengirim request ke server dengan ajax.

Daftar Rujukan

Babin lee. 2007. Beginning Ajax with PHP: From Novice to Professional. United State : Apress.
Ullman Larry. 2008. Building a Web Site with Ajax: Visual QuickProject Guide. United State: Peachpit Press

Leave a Comment

Install DNS Server di Lokal PC – Windows XP

DNS Merupakan suatu servis yang melayani permintahan untuk menerjemahkan/konversi Nama Domain menjadi IP adress, dengan adanya DNS ini kita tidak perlu repot – repot untuk menghapalkan IP.  DNS diperlukan apabila kita terkoneksi ke internet dan untuk membuat DNS Server biasanya kita harus mengunakan sistem operasi yang berbasis server seperti WINDOWS 2000 atau 2003 Server untuk yang berbasis windows. Sedangkan kalau linux hampir seluruhnya bisa djadikan DNS Server.

Kecepatan pengaksesan untuk mengetahui IP dari suatu domain biasanya tergantung dari lokasi DNS server yang kita set pada bagian network interface di komputer kita, jika seandainya lokasi DNS tersebut diluar network kita maka kemungkinan akan menjadi relatif lama dan sebaliknya jika DNS server berada pada satu network mungkin proses untuk menerjemahkan Domain ke IP akan menjadi lebih cepat karena DSN server yang menanganinya berada pada satu network.

Contoh kecil mungkin anda pernah menggunakan speedy atau ISP yang lain, mungkin pernah mengalami koneksi gagal karena tidak bisa menemukan IP dari suatu Domain (cirinya pada status bar tertulis status Looking Up….. ) itu karena kegagalan DNS Server untuk menjawab permohonan konversi IP dari client nya, hal ini penyebabnya bisa banyakhal seperti Server sibuk, jaringan padat atau mungkin server tidak stabil.

Permasalahannya adalah bagai mana kalo kita ingin membuat server DNS sendiri tetapi kita tidak punya Sistem operasi untuk Server. DNS Server pada dasarnya bisa juga di install di Sistem operasi windows XP.  Pada kesempatan ini saya akan membahas bagaimana membuat DNS Server di Windows XP, Berikut langkah – langkahnya.

1. Download software DNS(yang saya gunakan adalah BIND 9.5) di http://mirrors.24-7-solutions.net/pub/isc/bind.99/9.5.0/BIND9.5.0.zip Atau anda bida mencarinya di http://www.bind9.net/download Exstrak hasil download-nya

2. panggil BINDInstall di lokasi tempat anda mengextrak tadi, Tampilannya akan terlihat seperti dibawah ini

Tampilan Bind InstalalGambar 1. Tampilan Bind Instalal

Pada target Direktory usahakan jangan simpan pada Polder Default (C:\Windows\System32) karena terkait dengan security local windows kecuali anda sudah paham,  pada contoh ini saya menngunakan lokasi c:\named,  pada Option Pastikan CEKList Automatic Start up dan Keep Config File after Uninstall. Tunggu sampai muncul “BIND Installation completed successfully” dan tekan OK.

3. Langkah Selanjutnya adalah mengkonfigurasi Bind yaitu membuat file named.conf dan  dan zona localhost.

i) Buat File named.conf, berikut isi dari named.conf

options {
directory “C:\named\etc”;
allow-transfer { none; };
recursion yes;
allow-recursion {192.168.0.0/24;};
};

zone “.” IN {
type hint;
file “db.root.hint.txt”;
};

zone “localhost” IN {
type master;
file “master.localhost”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “localhost.rev”;
allow-update { none; };
};

ii) Buat file master.localhost, berikut isi dari file master.localhost

;
; loopback/localhost zone file
;
$TTL 1D
$ORIGIN localhost.
@              IN  SOA   @  root (
1   ; Serial
8H  ; Refresh
15M ; Retry
1W  ; Expire
1D) ; Minimum TTL
IN   NS   @
IN   A    127.0.0.1

iii) Buat File localhost.rev, berikut isi dari file localhost.rev

;
; reverse pointers for localhost
;
$TTL 1D
$ORIGIN 0.0.127.in-addr.arpa.
@    IN   SOA  localhost. root.localhost. (
1    ; serial
8H   ; refresh
15M  ; retry
1W   ; expire
1D ) ; minimum
IN   NS   localhost.
1    IN   PTR  localhost.

iv) Buka Command prompt (CMD), Click START -> RUN Ketik CMD dan Tekan Tombol OK

masukan perintah berikut :

c:\named\bin\dig NS . @m.root-servers.net > C:\named\etc\db.root.hint.txt tekan enter

coba anda periksa file C:\named\etc\db.root.hint.txt hasilnya kira kira akan seperti ini :

; <<>> DiG 9.5.0 <<>> NS . @m.root-servers.net
;; global options:  printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 1475
;; flags: qr aa rd; QUERY: 1, ANSWER: 13, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 15
;; WARNING: recursion requested but not available

;; QUESTION SECTION:
;.                IN    NS

;; ANSWER SECTION:
.            518400    IN    NS    L.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    G.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    E.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    M.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    B.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    K.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    J.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    D.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    H.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    I.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    C.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    A.ROOT-SERVERS.NET.
.            518400    IN    NS    F.ROOT-SERVERS.NET.

;; ADDITIONAL SECTION:
A.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    198.41.0.4
B.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    192.228.79.201
C.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    192.33.4.12
D.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    128.8.10.90
E.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    192.203.230.10
F.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    192.5.5.241
G.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    192.112.36.4
H.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    128.63.2.53
I.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    192.36.148.17
J.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    192.58.128.30
K.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    193.0.14.129
L.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    199.7.83.42
M.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    A    202.12.27.33
A.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    AAAA    2001:503:ba3e::2:30
F.ROOT-SERVERS.NET.    3600000    IN    AAAA    2001:500:2f::f

;; Query time: 296 msec
;; SERVER: 202.12.27.33#53(202.12.27.33)
;; WHEN: Tue Sep 30 13:48:04 2008
;; MSG SIZE  rcvd: 492

Jika tidak copykan saja semua configurasi di atas ke file C:\named\etc\db.root.hint.txt

4. Setting RNDC-KEY

untuk membuatnya lakukan langkah berikut :

i) Buka command prompt, masuk ke direktory c:\named\bin dan ketik perintah berikut :

rndc-confgen -a tekan [enter]
rndc-confgen > c:\named\etc\rndc.conf tekan [enter]

ii) tutup command prompt dan buka file c:\named\etc\rndc.conf dan  file c:\named\etc\named.conf di notepad

pada file rndc.conf COPY-kan atau CUT dimulai dari baris yang tulisannya

# Use with the following in named.conf, adjusting the allow list as needed:

sampai akhir baris

iii) Paste-kan di file named.conf pada akhir baris dan hapus karekter # pada setiap baris perintah kecuali pada baris keterangan

sehingga hasilnya pada file named.conf kira kira akan seperti ini :

options {
directory “C:\named\etc”;
allow-transfer { none; };
recursion yes;
allow-recursion {192.168.0.0/24;};
};

zone “.” IN {

type hint;
file “db.root.hint.txt”;

};

zone “localhost” IN {
type master;
file “master.localhost”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “localhost.rev”;
allow-update { none; };
};

key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “3Jn+TPvYo0BxcQwYvJwb+w==”;
};

controls {
inet 127.0.0.1 port 953
allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };
};

5. Menjalankan DNS Server

i) Start -> Progam Files -> Administrative Tools -> Services

ii) Cari “ISC Bind” service, Click Kanan dan pilih start.

iii) Jika Terjadi Kesalahan Coba lihat permasalahan apa, di  Administrative Tools -> Event Viewer.

6. Setting DNS Client

Untuk menset di sisi client dilakukan pada bagian network interface seperti gambar dibawah :

Netowork Interface Gambar 2. Netowork Interface

Pada Bagian Preferred DNS Server masukan IP Komputer dimana anda menginstall DNS Server tadi (BIND)

dan untuk menguji coba panggil Command Prompt Masuk ke C:\named\bin dan panggil perintah dig misal :

dig google.com

jika hasilnya seperti dibawah ini maka DNS Server telah sukses dijalankan.

C:\named\bin>dig google.com
; <<>> DiG 9.5.0 <<>> google.com
;; global options:  printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 834
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 3, AUTHORITY: 4, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;google.com.                    IN      A

;; ANSWER SECTION:
google.com.             300     IN      A       209.85.171.99
google.com.             300     IN      A       64.233.187.99
google.com.             300     IN      A       72.14.207.99

;; AUTHORITY SECTION:
google.com.             345600  IN      NS      ns2.google.com.
google.com.             345600  IN      NS      ns4.google.com.
google.com.             345600  IN      NS      ns1.google.com.
google.com.             345600  IN      NS      ns3.google.com.

;; Query time: 156 msec
;; SERVER: 192.168.0.2#53(192.168.0.2)
;; WHEN: Tue Sep 30 17:35:59 2008
;; MSG SIZE  rcvd: 148

Liat juga tutorial squid by akmalsqual

Referensi : Herwanto Blog

Leave a Comment

Tips Meningkatkan Performa Windows XP

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kinerja Windows XP Anda adalah optimalisasi Booting, menghapus layanan yang tak diperlukan, mengubah beberapa key pada regedit, penggunaan tune up utility, defragmenter dan anti virus. Cara yang terakhir adalah update hardware.:mrgreen: (Jika terpaksa)

Pertama : Atur Optimalisasi Saat BOOTING

* Pilih pada CMOS BIOS (Tekan Delete, atau F2 pada saat start komputer), Cari pada Boot Device, First Boot Device, letakkan HardDrive pada posisi yang paling awal. Ini mempercepat processor membaca system. Jika CD atau Drive A ada pada posisi pertama, komputer membutuhkan waktu beberapa lama untuk start.
* C:\Windows\ Prefect\ Layout ini (Delete)
* Start \ Run \ msconfig\ services\ hilangkan centang di bagian ini : (Upload Manager, Telnet, Remote Registry, Windows Time, Portable Media, Wireless, Zero Configuration. IPSEC Service) lalu di Startup Hilangkan Semua Centang yang ada, pilih yang perlu saja. Pada startup ini terdapat beberapa file system yang beroperasi pada awal komputer dinyalakan. Ini memperlambat, padahal kadang tidak perlu. Kalo sudah semua klik Apply dan OK, terus Restart.
* Star \ Run \ CMD \ tuliskan defrag c:-b tekan Enter.
* Explorer \ Tool \ Folder Option \ View \ Hilangkan Centang di “Automatically Search For Network Folder and Printers“ \ Apply \ OK.
* Klik kanan My Computer \ Properties \ Advanced \ Performance-Setting \ Centangi di Adjust For Best Performance dan tiga baris baris dari bawah \ lalu klik di Advanced \ Change \ rubah nilainya semua menjadi 400:400 \ Set \ OK\OK\ Pada Error Reporting \ Centang pada Disable Error Reporting\ OK\ OK.

Kedua : Hapus Beberapa Layanan yang Tak Diperlukan

Klik Start > Settings > Control Panel > Administrative Tools > Services. Jika Anda pemakai tunggal, tak terkait jaringan, dapat menghapus:

1. Alerter
2. Clipbook
3. Computer Browser
4. Fast User Switching
5. Human Interface Access Devices
6. Indexing Services
7. Messenger
8. Net Logon
9. Netmeeting Remote Desktop Sharing
10. Remote Desktop Help Session Manage
11. Remote Procedure Call Locator
12. Remote Registry
13. Routing & Remote Access
14. Server
15. SSDP Discovery Service
16. TCP/IP NetBIOS Hepler
17. Telnet
18. Universal Plug and Play Device Host
19. Upload Manager
20. Windows Time
21. Wireless Zero Configuration
22. Workstation

Ketiga : Ubah Beberapa Key pada Regedit

Shutdown Cepat

Start \ Run \ Regedit \ HKEY_LOCAL_MACHINE \ System \ Control Set 001 \ Control \ klik ganda di “Wait To Kill Server Time Out“ kurangi Nilainya 20000 Menjadi nilai 2000 (2 Detik) untuk menutup aplikasi

Mengakhiri Program lebih Cepat

Start \ Run \ Regedit \ HKEY_CURRENT_USER \ Control Panel \ Desktop \ klik Ganda di “Wait To Kill App time Out“ rubah nilai 20000 menjadi 5000 ( 5detik) lalu di Auto End Task rubah nilai 0 menjadi 1

Menambah Kecepatan Menu

Start \ Run \ Regedit \ HKEY_CURRENT_USER \ Control Panel \ Desktop \ Klik Ganda di “Menu Show Delay“ rubah Nilai 400 menjadi 0.

Menutup Aplikasi yang Tidak Bisa Di Respon (Not Responding)

Start \ Run \ Regedit \ HKEY_CURRENT_USER \ Control Panel \ Desktop \ klik ganda di “HungAppTimeout” rubah nilainya menjadi “2500”

Agar Restart Lebih Cepat

Start \ Run \ Regedit \ HKEY_LOCAl_MACHINE \ Software \ Microsoft \ Windows NT \ Current Version \ Win Logon \ Enable Quick Reboot

Keempat : Gunakan TuneUp Utility untuk Meningkatkan Kinerja PC

Jika tak punya, bisa juga menggunakan CCleaner untuk membersihkan beberapa sampah pada komputer.

Kelima : Lakukan Defragmenter Disk secara teratur;

Utamanya untuk harddisk yang telah punya ruang kosong minimal 25%.

Keenam : Scan Virus secara rutin dengan menggunakan Anti Virus

Menurut pengalaman, anti virus terhebat tapi berat adalah McAfee, jika ingin yang lebih ringan, gunakan PcMav atau SMADAV. Itu jika Anda sering mencolokkan flash disk dalam komputer Anda.

Leave a Comment

Messenger Untuk Ponsel

animdemoSekian kalinya saya googling untuk mencari YM yang pas dan cocok untuk HP yang saya gunakan, akhirnya saya menemukan salah satu aplikasi YM yang menurut saya cukup enak adalah shMessenger. ShMessenger merupakan messenger yang berbasis java, sehingga dapat diinstal di semua ponsel yang mendukung aplikasi java. Saya mencoba dengan SE G700, aplikasi java ini berjalan dengan lancar. shMesssenger juga suport terhadap Windows Mobile, HP java, dan syembian. Dan sekarang shMessenger sudah me-release versi v3.1.7.

Kemampuan shMessenger antara lain:

Show/Hide Offline, Set Status ,Add Buddy, Remove Buddy, New IM, Group IM, Buzz, Show Status, View Icon, Spy (untuk mengetahui invisible/offline), Insert Smiley, Capture & Send, Send(kirim file) dan mendukung Touch Screen. Untuk tampilan bisa gonta-ganti themes, didukung juga oleh suara dan getar serta layar berkedip-kedip apabila ada pesan masuk.

Untuk mempergunakan shMesenger ini:

  1. Download aplikasinya di http://www.shmessenger.ro
  2. Register  disini
  3. Setelah itu install shMessenger di ponsel Anda.
  4. Jalankan shMessenger. Isi Username dan Password sesuai dengan register Anda. Masukkan id YM dan Password. Tekan Option – Sign In.

Kemudian aplikasi chatting yang lain menurut saya bagus yaitu Nimbuzz. Anda bisa mencobanya di http://www.nimbuzz.com,  caranya:

Download: Download Nimbuzz ke ponsel Anda.

Intal: Instal Nimbuzz di ponsel Anda. Cukup ikuti instruksi pada layar ponsel Anda atau pada situs kami, sesuai dengan pilihan Anda.

Ciptakan akun: Ciptakan akun Nimbuzz Anda. Cara termudah adalah melalui situs Nimbuzz, namun Anda juga dapat melakukannya melalui ponsel Anda.
Kini Anda telah siap untuk menikmati panggilan, chat, dan aktifitas lain dengan teman-teman Anda dari Skype, MSN, Yahoo, ICQ, AIM, Google Talk dan lain sebagainya secara gratis.
Irit untuk panggilan internasional – Ketahui lokasi teman Anda pada peta – Pastikan Anda didengar dengan “Buzz” – Jangan sampai hilang kontak.
Sekali login, satu daftar kontak, untuk semua akun.

Leave a Comment

Processor INTEL atau AMD

PROCESSOR ato CPU sebagai otak dari sebuah perangkat komputer, microprcessor ini berfungsi wat transferin data ke tiap komponen laen (Harddisk,VGA,etc), DENGAN LOGIKA semakin cepat dia berjalan semakin cepat pula kinerja / performance dari komputer tersebut. Semakin cepatnya lajunya (umumNya dalam hitungan ribuan siklus per detik), semakin besar ukuran “GHz”

semakin cepat pula DIA bekerja, saking cepatnya dibutuhkan pendingin/kipas wat mengamankan keberadaannya..
Jaman sekarang, hampir semua processor dapat ditingkatkan kinerjanya melebihi kecepatan yang dimiliki dan jika berhasil,maka procesor dapat bersaing bahkan mengalahkan prosesor yang lebih mahal(overclock)
Dalam dunia Processor dikenal berbagai merk selain Apple dgn G4,G5,G6nya, dikenal juga nama INTEL dan AMD diurutan atas processor dekstop, kduanya bersaing menjadi Brand procie tercepat, saling memberikan inovasi, saling berlomba2 menurunkan harga, kita SEHARUSNYA sebagai konsumen bisa mendapatkan keuntungan HARGA MURAH plus KECEPATAN dengan persaingan 2 kubu tersebut.
untuk lebih mengenal STUFF, kita mulai dengan berkenalan NAMAnya dulu,Oce?

>Pengenalan codename untuk INTEL Processor:

Pentium D / DUAL CORE= 
code penamaan untuk proyek processor Intel dengan menggabungkan 2 core processor dengan 2 inti ke dalam 1 procesor (physicly), belum menggunakan Arsitektur dual Core, seakan-akan menggunakan 2 processor tanpa dibarengi performance yang 2xlipatnya, jadilah procie boros daya, lebih panas.. (banyak yg bilang jenis ini mrupakan produk gagal dari Intel)

CENTRINO =
codename untuk processor penyempurnan setelah pentium 4 khusus LAPTOP, sering disebut pentium M (Mobile)

CORE DUO = 
code penamaan untuk proyek processor Intel kelas LAPTOP dengan menggabungkan 2 core processor dengan 2 inti ke dalam 1 procesor, dengan berbagai revisi dan menggunakan Arsitektur Core versi 1 

CORE 2 DUO =
Processor dengan 1 core di dalamnya trdapat 2 inti, arsitektur core versi 2. dalam hal ini processor jadi lebih hemat, cepat (real DUAL CORE),dan dingin

CORE 2 QUAD =
processor dengan SEAKAN-AKAN (optimized) berinti 4processor, jadi jenis ini belum REAL dalam penggunaan 4 inti baek secara fisik maupun performance, tetapi hanya dalam pendeteksian di sistem operasi.. (Belum worth wat diBeli)

>Pengenalan codeName untuk AMD processor:

AMD ATHLON 64=
Processor untuk menyaingi sekelas intel pentium 4 with Hyper Threading technology, dengan harga 1/2 dari processor Intel dgn suhu lebih dingin.. MENANG TELAK DARI PENTIUM 4

AMD ATHLON X2=
Processor saingan sekelas INTEL Pentium D, karena telah sama2 menggunakan arsitektur dual core.. JUGA MENANG TELAK, dengan harga jaoohhh lebih murah dari Processor Intel.. 

selain nama processor di atas, juga terdapat penamaan untuk versi LITE-ekonomisnya ato versi sunat edition dari k2 kubu:
untuk INTEL, disebut INTEL CELERON.. untuk jenis ini, spek dari versi PENTIUMnya dipangkas habis2an.. jadi bener2 ekonomis series dengan harga murah, dengan performa (kecepatan) MENGECEWAKAN!!

untuk AMD, disebut AMD SEMPRON (dulu DURON).. versi ekonomis dari ATHLON ini, BENAR2 tidak bisa dibandingkan dengan Celeron.. bahkan sering kali bersaing KELAS PENTIUM.. dengan harga lebih murah dari celeron.. it’s SMARTER CHOICE for LOW Budget, best Price -Performance

>berikut tingkatan processor masing2:
PENTIUM 4 – PENTIUM 4 HT – PENTIUM D – PENTIUM C2D (kelas DESKTOP)
PENTIUM 4 – PENTIUM centrino – PENTIUM CD – PENTIUM C2D (kelas LAPTOP)

AMD ATHLON XP – AMD ATHLON64 – AMD ATHLON X2. {*untuk Athlon XP sebenarnya sekelas dengan era Pentium 3*]
AMD TURION.. (LAPTOP)

NB: 
1.Untuk P4, clock yang tertera lebih besar dibanding Procie2 Modern..
misal: PIV- 2,4 Ghz dengan C2D – 1,72 Ghz…
A.F.A.I.K sampai saat ini, blum keluar tuh procie modern (mulai centrino s/d Core 2 duo) melebihi clock dgn kecepatan 2.2 Ghz, so anda tahu kn mana yg harus dipilih?  
2.SEPERTI yg udah dijelasin di awal, processor akan lebih sering Full Load, dan ketika Kerja.

Leave a Comment

Older Posts »